RSS

Managing Fast Growing Cities

Oleh : Ratama Arifin W

Manajemen dan Kebijakan Publik

Universitas Gadjah Mada

Kota sebagai tempat yang mempunyai posisi strategis memiliki fungsi yang sangat kompleks bagi kehidupan masyarakat. Kota mempunyai fungsi pendukung bagi kegiatan-kegiatan masyarakat yang mengakibatkan pertumbuhan kota selalu mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Akan tetapi pertumbuhan kota juga menimbulkan dampak terhadap keadaan populasi di dalamnya. Beberapa kota yang terdapat di negara berkembang populasi penduduknya meningkat hingga seperempat juta orang setiap tahunnya. Peningkatan populasi penduduk kota yang mempunyai intensitas yang sangat besar menjadi sebuah tantangan bagi planners dan managers kota itu sendiri. Peningkatan polpulasi mengakibatkan munculnya tuntutan terhadap fungsi kota yang mampu memberikan fasilitas pendukung bagi masyarakat disediakan dengan baik berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kebutuhan-kebutuhan tersebut seperti halnya tersedianya sanitasi, perumahan, pendidikan, dan lain-lain. Adanya tuntutan manajemen kota serta penyediaan pelayanan menjadikan manager kota harus mampu memanajemen kota secara baik. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Uncategorized

 

Pola Pembangunan Perumahan dan pemukiman kota Surakarta

Oleh : Ratama Arifin W

Manajemen dan Kebijakan Publik

Universitas Gadjah Mada

Pembangunan tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan pemerintahan suatu negara sebagai wujud nyata dari pelaksanaan tugas dan fungsinya bagi masyarakat. Pembangunan dianggap sebagai sarana proses perubahan bagi kondisi masyarakat. Dinamika sosial masyarakat berdampak kompleks terhadap kebutuhan-kebutuhan manusia. Tidak hanya tuntutan kebutuhan primer atau basic needs, tuntutan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier semakin berkembang dalam masyrakat. Oleh karena itu, pemerinah sebagai penggerak jalannya negara sudah seharusnya dapat memberikan jaminan kepada masyarakat demi terpenuhinya sarana dan prasarana agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Sederetan pemerintah mulai dari desa, kota, serta pusat bertanggungjwab terhadap pelaksanaan pembangunan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Uncategorized

 

Harta Amanah, Indonesia Treasure yang tersamarkan..

HARTA AMANAH DAN HIBAH DI SWISS, JEPANG, CHINA, DAN USA YG DAPAT DIMANFAATKAN INDONESIA DITENGAH KRISIS DUNIA
banyak orang yang membicarakan tentang harta amanah.. apa sih sebenarnya harta amanah?? berikut adalah beberapa pemaparan terkait pemahaman tentang harta amanah..
Read the rest of this entry »
 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Uncategorized

 

Akankah Pertanian Indonesia mengalami masa keemasannya??

Oleh : Ratama Arifin W

Manajemen dan Kebijakan Publik

Universitas Gadjah Mada

Di dunia Internasional Indonesia dikenal sebagai sebuah Negara kepulauan yang memiliki berbagai kekayaan alam yang melimpah, meliputi kekayaan hutan, kekayaan laut maupun kekayaan migas. Selain itu, Indonesia juga sempat menjadi lumbung padi ASEAN pada era pemerintahan Orde Baru sehingga memunculkan stigma bahwa Indonesia merupakan Negara agraris. Pernyataan tersebut merupakan outcome dari sebuah keadaan yang mana sebagian besar masyarakat Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Di era orde baru sector pertanian menjadi primadona tersendiri dalam perjalanannya. Hal ini didukung dengan pencapaian hasil yang melimpah yang menyebabkan terjadinya swasembada beras. Perkembangan yang cukup signifikan di sector pertanian terlihat di masa orde baru yang menciptakan berbagai inovasi di bidang pertanian untuk terus meningkatkan produktivitas sector pertanian yang sempat menjadi tulung punggung Negara.

Sector pertanian sendiri memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Bercermin dari keberhasilan yang lalu, sector pertanian dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Hal tersebut dapat diraih disebabkan karena masyarakat menganggap bahwa sector pertanian merupakan way of lifes bagi masyarakat sehingga mereka bertani dengan sepenuh hati serta dilengkapi beberapa inovasi yang diberikan pada saat itu kiranya mampu meningkatkan produktifitas hasil pertanian yang luar biasa. Pernyataan tersebut juga didukung dengan pernyataan Ikhwan (2010)[1] yang mengatakan bahwa pertanian juga merupakan jalan hidup, yang ditandai dengan kuatnya budaya masyarakat Indonesia yang agraris. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Uncategorized

 

Indonesia : Negara atau Perusahaan??

Oleh : Ratama Arifin Wibowo
Manajemen dan Kebijakan Publik

Universitas Gadjah Mada

 

 

Perkembangan paradigma arah kebijakan sebuah Negara kini telah memiliki beberapa pedoman yang dikembangkan oleh Negara-negara maju yang ada. Paradigma tersebut diantaranya Negara sosialis, komunis, kapitalis, welfare state, dsb. Kehadiran Negara di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang ada tidak bisa dilepaskan dari ekspekstasi besar masyarakat terkait fungsi dan peran Negara tersebut dalam menciptakan sebuah kehidupan masyarakat yang lebih baik. Ketepatan pemilihan arah kebijakan pembangunan Nasional oleh Negara dinilai menjadi sebuah kondisi yang kritis. Negara dituntut mampu mengidentifikasi karakteristik masyarakat yang ada sekaligus kondisi ketahanan nasional dimana sedang dalam kondisi mencari bentuk yang paling sesuai.

Dalam konteks Indonesia, Negara mencaoba mengakomodir berbagai kepentingan yang berkembang di kehidupan masyarakat menjadi sebuah arah kebijakan pemabangunan yang dilakukan secara komprehensif. Kontribusi Negara sebagai pengayom masyarakat menjadi focus utama terkait berbagai kebijakan yang diambil serta implikasinya terhadap kehidupan masyarakat. Secara kontitusional Indonesia mengklaim bahwa arah kebijakan pembangunan nasional mengarah pada konsep pembangunan welfare state. Preporsisi Negara terkait fungsi dan peran yang ada seringkali bias atau bahkan terabaikan. Konsep welfare state yang dinilai telah termaktup dalam UUD 1945 sebagai salah satu ideologi bangsa seringkali terjadi patologi dalam pengimplementasiannya. Beberapa pendapat yang berkembang di masyarakat seringkali menyebut fenomena ini dengan istilah welfare state setengah hati ataupun Negara welfare state yang tidak mengalami kondisi welfare secara structural sosial ekonomi yang ada. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Uncategorized

 

Leadership Theories

8 Major Leadership Theories

Interest in leadership  increased during the early part of the twentieth century. Early leadership theories focused on what qualities distinguished between leaders and followers, while subsequent

theories looked at other variables such as situational factors and skill levels. While many different leadership theories have emerged, most can be classified as one of eight major types: Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Oktober 2011 in Uncategorized

 

Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Lahirnya Pancasila (ke-1)

Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Lahirnya Pancasila (ke-1)

Paduka tuan Ketua yang mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka tuan Ketua yan mulia. Apakah permintan Paduka tuan Ketua yang mulia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepad sdang Dkuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nati akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Maaf, beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang Mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: “Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan: Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberitahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan “merdeka”.

Merdeka buat saya ialah “political independence”, politieke onafhankelijkheid. Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini “zwaarwichtig” akan perkara yang kecil-kecil “Zwaarwichtig” sampai kata orang Jawa “jelimet”. Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai jelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 September 2011 in Uncategorized

 
 
%d blogger menyukai ini: